Memahami Panjang Fokus atau Focal Length

Secara singkat, Focal Length atau panjang fokus adalah ukuran seberapa diperbesar "penglihatan" lensa Anda. Jika Anda pernah menggunakan teropong, prinsip kerja focal length mungkin sama dengan itu. Ketika kita mengatur angka pada teropong di 40 mm untuk meneropong sebuah gunung, maka yang akan terlihat mungkin gunung secara keseluruhan. Ketika kita mengubahnya ke angka 400mm, mungkin saja kita bisa melihat pepohonan yang ada digunung tersebut.

Pengukuran Focal Length akan memberi tahu fotografer tentang seberapa luas suatu daerah terlihat dalam gambar. Sebagai contoh, ketika Anda memotret seseorang yang berjarak 30 meter, pada angka Focal Length 40 mm, maka orang tersebut akan terlihat kecil karena banyak pemandangan disekitar orang tersebut akan ikut terlihat. Sedangkan jika pada angka focal length 400 mm, orang tersebut akan terlihat lebih besar pada foto dengan pemandangan disekitar orang tersebut lebih sedikit.

Lihat foto dibawah :
Sumber : nikonusa.com @ Dave Black
Semakin panjang fokus, semakin sempit sudut pandang dan semakin tinggi perbesaran. Semakin pendek focal length, semakin lebar sudut pandang dan semakin rendah perbesaran.

Cara Mengetahui Panjang Fokus Sebuah Lensa

Umumnya, semua lensa menunjukkan panjang fokus pada lensanya. Jika Anda mempunyai lensa 18-55mm f/3.5-5.6 artinya bahwa jangkauan terluas lensa adalah 18 mm dan yang bisa diperbesar adalah 55 mm.

Kenapa ada banyak lensa dengan Panjang Fokus berbeda yang di jual di pasaran? Ada banyak genre dalam dunia fotografi, dari fotografi nature, potret sampai macro. Setiap genre tentu mempunyai kebutuhan Focal Length yang berbeda.

Angka Focal Length mempengaruhi distorsi pada foto. Semakin luas Focal length maka distorsi akan semakin jelas terlihat.

Foto headshot (foto yang hanya menampilkan muka dan kepala) dengan Panjang Fokus berbeda maka hasilnya akan berbeda pula, wajah orang yang difoto akan terlihat beda. Tidak percaya? Coba Anda lihat foto dari Stephen Eastwood ini, Anda akan lihat bagaimana Focal Length mempengaruhi muka seseorang. Silahkan Klik Disini

Berikut ini bisa mungkin bisa dijadikan referensi untuk memilih lensa yang tepat sesuai genre atau kebutuhan Anda dalam fotografi. Tapi ini bukanlah aturan baku dalam memilih, semua kembali pada si fotografer untuk memilih lensa yang cocok dengan kebutuhannya.
  • Fotografi pemandangan (10mm hingga 18mm)
  • Potret seluruh tubuh seseorang (24 hingga 45mm)
  • Headshot (55 hingga 140mm)
  • Fotografi malam (10 hingga 18mm)
  • Fotografi jarak dekat atau fotografi makro (70 hingga 150mm)
  • Fotografi satwa liar (200mm hingga 850mm)
  • Lensa umum untuk pemotretan keluarga dan anak-anak (35 hingga 90mm)
  • Fotografi olahraga luar ruangan (200 hingga 400mm)
Jika Anda masih mempelajari dasar-dasar fotografi, saya sangat merekomendasikan Anda meluangkan waktu sebentar dan membaca beberapa seri dasar-dasar fotografi di bawah ini :
Apa itu Fotografi?
Tentang Segiitiga Eksposure
Shutter Speed dan Pengaruhnya terhadap hasil foto
Cara Mengatur ISO
Mengenal Aperture serta apa pengaruhnya terhadap hasil foto
White Balance : Mengatur Warna Foto Pada Kamera

Semoga bermanfaat,

Pengertian Shutter Speed dan Pengaruhnya Terhadap Hasil Foto


Jika Anda pernah mendapati hasil foto yang shake(goyang), besar kemungkinan disebabkan oleh pengaturan Shutter speed yang tidak tepat. Shutter speed ini berpengaruh terhadap gerakan, baik itu pergerakan objek yang di foto maupun pergerakan dari si fotografer itu sendiri. Semakin cepat pergerakan maka semakin cepat pula shutter speed yang dibutuhkan. Jadi apa itu shutter speed? Mari kita bahas lebih dalam lagi...

Shutter speed adalah
Shutter speed atau kecepatan rana adalah seberapa banyak waktu yang dibutuhkan oleh sensor kamera dalam menerima cahaya. Jika Anda memencet tombol shutter pada kamera, maka rana akan terbuka dan menutup kembali berdasarkan pada kecepatan shutter speed yang Anda tentukan.

Jika Anda masih bingung, ada baiknya Anda membaca artikel tentang bagaimana sebuah kamera menghasilkan sebuah foto. Disitu dijelaskan, bahwa untuk menghasilkan sebuah foto, kamera membutuhkan cahaya. Cahaya akan masuk kedalam kamera melewati sebuah lubang (Aperture) untuk diteruskan ke sensor digital. Nah, didepan sensor digital ini terdapat sebuah "pintu" (shutter) yang dapat menutup dan terbuka. Waktu yang dibutuhkan untuk proses menutup dan terbuka inilah yang disebut dengan Shutter speed. 

Beberapa Fakta dan Pengaruh Shutter speed Terhadap Hasil Foto

Fakta-fakta tentang Shutter speed dibawah ini mungkin dapat membantu Anda dalam menentukan angka shutter speed yang sesuai :
  • Shutter speed diukur dalam satuan detik. 1/80 artinya shutter akan menutup dan terbuka dalam waktu 1/80 detik
  • Pengaturan angka Shutter speed yang paling aman adalah 1/60 atau lebih cepat. Setiap orang mempunyai tingkat kestabilan yang berbeda dalam memegang kamera. Agar hasil foto tidak shake(goyang), maka ada semacam pegangan umum bagi fotografer dalam menentukan angka minimal shutter speed. Namun batasan minimal shutter speed ini tidaklah baku, semakin sering memotret tentu saja tingkat kestabilan ini dapat ditingkatkan sehingga batasan minimumnya dapat dikurangi
  • Panjang fokus dan Shutter speed. Panjang fokus (Focal Length) lensa yang lebih panjang akan memberikan guncangan yang lebih pada kamera, maka Anda perlu menambahkan kecepatan Shutter untuk mengimbanginya (kecuali Anda pakai tripod). Aturan umum yang sering digunakan adalah tidak menggunakan shutter speed dibawah angka focal length lensa yang digunakan. Sebagai contoh, jika Anda menggunakan lensa tele 200mm, maka shutter speed minimal yang harus Anda pakai adalah 1/250. Atau untuk lensa wide 24mm maka batasan minimal shutter speed nya adalah 1/30
  • Untuk Shutter speed lambat, mungkin Anda membutuhkan penopang kamera (tripod) agar hasil foto tidak shake.
  • Sebelum menentukan angka shutter speed ini, Anda harus melihat dulu apakah ada gerakan pada objek foto Anda dan bagaimana Anda ingin menangkap pergerakan ini. Apakah ingin membekukan gerakan (sehingga terlihat diam) atau membiarkan pergerakan itu terlihat.

  • Untuk membekukan pergerakan dalam suatu foto. Burung yang sedang terbang pada gambar diatas tentunya memiliki pergerakan yang sangat cepat. Agar sayap burung dapat terlihat beku dalam foto, kita juga membutuhkan shutter speed yang cepat (mungkin diatas 1/1000)

  • Shutter speed rendah untuk pergerakan cepat kadang membuat foto lebih menarik. Pergerakan air mengalir dari gambar diatas diambil dengan shutter speed rendah, menyebabkan aliran air terlihat lembut seperti kapas. Begitu juga dengan foto kereta api yang sedang melaju, dengan memilih shutter speed lambat, pergerakan kereta api semakin jelas terlihat.
  • Mengatur angka Shutter speed akan mempengaruhi angka dari Aperture atau ISO. Anda harus ingat, jika Anda memilih untuk menjadikan angka Shutter speed sebagai acuan dalam pemotretan, Anda harus juga mengatur angka Aperture atau ISO pada kamera agar foto tidak gelap atau terlalu terang.
Shutter Speed dan Segitiga Eksposure

Ingatlah bahwa Shutter speed adalah salah satu bagian dari segitiga eksposur. Untuk dapat memahaminya lebih jauh mungkin ada baiknya Anda juga membaca artikel tentang ISO dan Aperture.
Semoga artikel ini bermanfaat

Cara Mengatur ISO Dalam Fotografi Digital

ISO adalah salah satu dari tiga pengaturan penting dalam fotografi, dimana yang dua lagi adalah aperture dan shutter speed. Angka ISO yang digunakan akan sangat berpengaruh pada hasil foto. Jika Anda pernah melihat foto yang mempunyai bintik-bintik hitam (Noise), maka itu adalah pengaruh dari pengaturan ISO.

Jadi Apa Itu ISO?
Di era kamera film ISO (atau ASA) merupakan indikasi seberapa sensitif suatu film terhadap cahaya. Sedangkan pada kamera digital, fungsi film ini digantikan oleh sebuah sensor yang terdapat dalam kamera. Jadi ISO dalam fotografi digital adalah seberapa sensitif suatu sensor kamera menerima cahaya.

Prinsip dari ISO ini adalah semakin rendah angkanya maka semakin kurang sensitif kamera Anda menerima cahaya dan akan semakin halus warnanya. Sebaliknya, angka ISO yang lebih tinggi berarti sensor kamera akan lebih sensitif terhadap cahaya, sehingga memungkinkan Anda untuk menggunakan kamera pada situasi gelap/minim cahaya.

Akan tetapi, dengan menggunakan ISO tinggi akan menimbulkan banyaknya noise pada foto. Walaupun teknologi kamera saat ini sudah semakin canggih dalam hal pengaturan noise di ISO tinggi, namun itu hanya dapat meminimalisir sehingga keberadaan noise masih terlihat.


Pengaturan angka ISO akan berdampak pada pengaturan angka Aperture dan Shutter speed. Sebagai contoh, ketika memotret dalam ruangan minim cahaya dan Anda menginginkan hasil foto tanpa noise (ISO rendah), maka agar foto tidak gelap otomatis Anda harus menggunakan Shutter speed lambat. Tentu saja dalam hal ini objek foto harus dalam keadaan diam/tidak bergerak.

Kapan Pengaturan ISO harus Diperhatikan?
Sebelum memotret, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan apakah harus memotret dengan ISO tinggi atau rendah :
  1. Cahaya. Lihat objek Anda, apakah objek foto mendapatkan cahaya yang bagus/terang. Jika Anda memotret di luar ruangan dengan cahaya matahari yang cukup, ISO rendah bisa digunakan. Namun jika Anda memotret dalam ruangan minim cahaya, Anda harus menaikkan ISO agar foto tidak terlihat gelap.
  2. Objek bergerak atau diam. Mungkin Anda bisa memotret pada situasi minim cahaya dengan ISO rendah, jika objek tidak bergerak/diam. Namun jika objek yang difoto bergerak, sedangkan cahaya yang menyinari objek sangat minim, maka ISO harus dinaikkan
  3. Tripod. Seperti yang telah disebutkan, untuk mengimbangi penggunaan ISO rendah pada situasi minim cahaya maka shutter speed harus diperlambat. Jika Anda memutuskan memotret dalam kondisi ini maka penggunaan tripod akan sangat membantu, agar foto tidak goyang/blur.
Kenapa Harus ISO Tinggi? Kenapa tidak pakai lampu Kilat/Flash?

Pada saat memotret dalam keadaan minim cahaya, penggunaan flash (internal ataupun eksternal), softbox, lampu payung dan sejenisnya memang akan sangat membantu. Namun adakalanya, ada beberapa momen yang justru tidak memungkinkan jika menggunakan alat bantu cahaya fotografi ini. Sebagai contoh :
  • Acara olah raga dalam ruangan. Objek bergerak cepat dan Anda memiliki cahaya yang terbatas
  • Konser Musik. Juga rendah cahaya dan sering ada tulisan "No Flash Zone"
  • Star trail atau memotret bintang
  • dan sebagainya
Pengaturan ISO pada fotografi sangat penting dipahami agar foto yang "dikeluarkan" oleh sebuah kamera akan mendapatkan hasil yang maksimal. Bereksperimen dengan pengaturan yang berbeda tentu akan sangat membantu dalam memahami ISO dalam fotografi digital ini

5 Cara Yang Bisa Dilakukan Untuk Mengganti BACKGROUND FOTO Dengan Photoshop



Salah satu pekerjaan paling populer ketika menggunakan Photoshop adalah mengganti background foto. Tentu saja sebelum background atau latar belakang foto diganti, kita harus menghapus atau membuang background yang ada, setelah itu barulah memasukkan background baru yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Dan ternyata Photoshop telah menyediakan banyak cara untuk menghapus background sehingga memudahkan kita dalam bekerja. Pada postingan kali ini kita akan lihat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghapus background foto. Mungkin tidak semua cara yang disajikan bisa diaplikasikan untuk semua foto, tergantung pada komposisi foto, ketajaman objek, karakter warna antara objek dan background sampai pada keahlian Anda menggunakan tool Photoshop.

1. ERASER TOOL

Sesuai dengan namanya, eraser tool berfungsi untuk menghapus bagian tertentu pada sebuah layer di Photoshop. Cara kerjanya sangat gampang, Anda hanya perlu menghapus bagian background yang akan dihilangkan dan menyisakan objek foto yang ingin dipertahankan, sangat simpel.

Agar hasil yang didapat bisa maksimal, antara objek dengan background foto yang akan dihapus hendaklah mempunyai perbedaan warna yang mencolok dan background yang akan dihapuspun hanya mempunyai sedikit jenis warna. Seperti pada gambar dibawah ini yang hanya memiliki dua jenis warna pada backgroundnya yaitu biru dan putih.


Namun jika background foto yang akan dihapus memiliki warna komplit/banyak warna, mungkin akan sedikit sulit untuk mendapatkan hasil yang sempurna dengan Eraser Tool ini, Anda mungkin perlu waktu lebih untuk melakukannya. Anda harus melakukan Zoom in dan Zoom out untuk melihat detail yang harus dihapus, gonta-ganti ukuran Brush Eraser atau mungkin saja Anda perlu melakukan CTRL+Z (Undo) beberapa kali karena tidak sengaja menghapus bagian utama dari foto .

Jadi kapan sebaiknya menggunakan Eraser Tool ini untuk menghapus background?

Untuk penerapannya, eraser tool ini sebaiknya digunakan pada kondisi berikut ini :

  • Mengganti background pas foto. Barangkali tidak sampai satu menit, Anda sudah bisa mengganti background pas foto dengan Eraser tool ini jika Anda melakukannya dengan benar. Dengan catatan antara warna objek (misal warna baju) dan warna background tidak boleh sama/mirip.
  • Terdapat banyak garis lurus pada tepian objek utama. Misalkan mengganti background foto sebuah gedung bertingkat.
  • Anda ingin menghapus background foto dengan cepat dengan mengesampingkan detail/kerapian pada hasil foto. Yaa barangkali Anda ingin membuat meme yang ingin Anda posting di medial sosial.
Bagi Anda yang penasaran ingin mengetahui bagaimana cara menghapus background foto dengan Eraser tool ini, silahkan klik postingan yang telah saya tulis sebelumnya tentang  Cara Cepat Menghapus dan Mengganti Background dengan Eraser Tool di Photoshop.  Perlu diketahui bahwa ada 3 tool pilihan yang bisa digunakan pada eraser tool ini. Anda bisa mengetahuinya pada link diatas.

2. MAGIC WAND TOOL

Magic Wand Tool merupakan salah satu tool seleksi yang ada di Photoshop. Tool ini bekerja dengan mengenali karakter warna yang Anda klik. Misalkan jika Anda klik warna kuning pada foto maka Photoshop akan men-seleksi warna yang berdekatan dengan warna kuning di sekitar daerah yang di-klik, dari warna kuning,  warna stabillo sampai warna hijau cerah mungkin juga akan ikut ter-seleksi, tergantung ukuran piksel yang digunakan pada kotak Toleransi.

Magic Wand Tool akan sangat efektif jika digunakan untuk menghapus atau mengganti background pas foto. Untuk cara penggunaanya dapat Anda lihat pada postingan CARA MUDAH MENGGANTI BACKGROUND PAS FOTO

3. QUICK SELECTION TOOL

Jika Anda telah membaca Cara Cepat Menghapus dan Mengganti Background Dengan Eraser Tool pada link diatas, maka cara kerja Quick Selection Tool ini hampir sama dengan Background Eraser Tool. Hanya saja, sapuan kursor yang dilakukan akan berbentuk seleksi, dan Anda perlu tambah dengan menekan tombol delete untuk membuang bagian yang ter-seleksi. Kadang dalam penggunaannya diperlukan juga Refine Edge agar hasilnya lebih sempurna.

Tapi ingat, tool ini bekerja dengan mengenali karakter warna pada foto. Cara penggunaan Quick Selection Tool ini dapat Anda lihat pada link : Cara Mengganti Background Foto paling Cepat dan Mudah Dengan Quick Selection Tool

Untuk nomor 4 dan nomor 5 dibawah ini adalah cara yang paling umum dilakukan para profesional Photoshop dan studio-studio foto dalam menghapus background foto di Photoshop. Karena bisa dibilang dengan dua cara ini Anda bisa menghapus background foto apapun di Photoshop dengan mudah dan rapi.

4. PEN TOOL

Dengan Pen Tool Anda dapat melakukan seleksi pada pinggir/tepian objek, baik itu berupa garis lurus maupun kurva dapat Anda seleksi secara kontinyu. Tentu saja hal ini akan membuat hasil ganti background Anda jadi mudah dan rapi.

Untuk caranya dapat Anda klik disini...

5. TEKNIK MASKING

Ini adalah yang paling sering saya gunakan dalam mengganti background di Photoshop. Selain karena mudah dan rapi, teknik masking juga tergolong cepat penggunaannya, paling tidak itu berdasar pengalaman pribadi, he... Prinsip kerja dari masking ini sama dengan Eraser Tool, hanya saja masking memiliki beberapa keunggulan yang tidak akan ditemui pada Eraser tool.

Cara penggunaanya telah saya posting pada GANTI BACKGROUND FOTO DENGAN TEKNIK MASKING DI PHOTOSHOP. Silahkan Anda klik untuk lebih jelasnya...


Dengan melihat kondisi foto yang akan diedit, Anda dapat memilih salah satu dari lima cara diatas, agar proses ganti background di Photoshop ini bisa lebih mudah, rapi dan cepat. Atau mungkin ada saran selain 5 poin diatas,  silahkan tulis di kolom komentar.

Semoga bermanfaat,..

Cara Melihat Kadaluarsa Kamera Digital


Anda tentu sering melihat dibeberapa bungkus produk, tulisan expired atau kadaluarsa yang memberikan informasi  kepada kita batasan waktu produk yang dijamin kualitasnya oleh produsen. Lalu apa hubungannya dengan kamera digital? Pada kamera digital, istilah kadaluarsa ini akan berlaku atau dihitung sejak Anda menggunakan kamera digital tersebut pertama kali.

Seperti yang telah kita bahas sebelumnya (silahkan baca/klik disini) bahwa disaat kita menekan tombol Shutter, komponen-komponen kecil dalam kamera akan bekerja sedemikian rupa dan akan menghasilkan sebuah foto. Komponen-komponen kecil ini tentu saja memiliki batas kerja maksimal yang jika melampaui batas, fungsi kerja dari kamera bisa saja akan terganggu atau rusak. Jadi istilah kadaluarsa yang dimaksud disini bukanlah rentan waktu maksimal dari kamera digital, akan tetapi lebih kepada sudah berapa kali tombol Shutter ditekan sejak kamera digital tersebut digunakan. Jumlah pemencetan tombol Shutter ini biasa juga disebut dengan Shutter Count.

Shutter Count adalah jumlah berapa kali tombol Shutter pada kamera Anda telah dipencet untuk menghasilkan sebuah foto. Dengan mengetahui Shutter Count kamera ini, kita bisa memprediksi sampai kapan kamera kita bisa bekerja dengan baik. Angka standar kamera yang baik adalah dengan Shutter Count 100 ribu, artinya kita bisa memencet tombol sampai 100 ribu kali untuk menghasilkan sebuah foto tanpa kamera mengalami kerusakan mekanis, bahkan untuk kamera kelas Pro ada yang bisa mencapai angka Shutter Count ini 200 ribu.

Jadi bagaimana cara menentukan, apakah kamera kita sudah kadaluarsa atau tidak? Ada beberapa pilihan, disini akan saya berikan yang paling populer dan mudah digunakan :
  • Cara pertama, silahkan buka website ini, kemudian klik Choose File dan pilih foto dari komputer/memory card Anda. Setelah itu klik Image from file dan tunggu loading. Scroll kebawah, disana akan Anda temukan deretan data EXIF foto Anda.
  • Cara kedua, download EOS Info (khusus Canon) atau Opanda.
Keuntungan lain dengan mengetahui Shutter count ini adalah saat kita membeli kamera bekas. Kita tahu bahwa membeli barang bekas adalah tindakan yang penuh resiko. Dengan mengetahui Shutter Count kamera ini paling tidak kita sudah meminamilisir resiko tersebut dan mematok harga kamera bekas dengan teliti

Ingin Beli Kamera Digital? Lihat Dulu Jenis Kamera Apa Yang Cocok Untuk Anda


Pada zaman milenia sekarang ini, Anda bisa menggunakan smartphone untuk melakukan berbagai pemotretan. Jadi, buat apa lagi membeli kamera digital? Pada artikel ini BarajaFoto akan bahas beberapa fitur berteknologi tinggi dan mode pemotretan yang ditawarkan oleh kamera digital, sehingga diharapkan mampu membantu Anda untuk memutuskan opsi mana yang akan dipilih, sesuai dengan kebutuhan Anda.

Jika Anda ingin melakukan selfie di suatu tempat atau ingin mengupload foto makanan di sosial media, Anda bisa mengandalkan kamera smartphone untuk melakukannya. Sebab itu adalah foto yang relatif statis, Anda hanya perlu arahkan smartphone ke objek dan jepret, hasilnya mungkin bisa bagus menurut pandangan Anda. Coba gunakan kamera smatphone Anda untuk memotret satu objek pada pertandingan sepak bola atau memotret idola Anda pada sebuah pertunjukan musik, maka keterbatasan kamera smartphone akan terlihat. Orang yag bergerak, objek yang terlalu jauh dan kondisi pencahayaan beragam akan mempengaruhi hasil kerja sebuah kamera.

Kamera digital menawarkan kualitas gambar lebih bagus, respon yang cepat dan pengontrolan kamera yang baik. Secara garis besar, ada 3 jenis kamera digital yang beredar dipasaran saat ini :

1. Kamera Point and Shoot

Kamera all-in-one yang nyaman dan kompak ini bisa diandalkan untuk mengabadikan foto kegiatan keseharian Anda. Dengan desain yang ringan dan bisa dikantongin (biasa juga disebut dengan kamera saku) tentu sangat mudah dibawa dalam perjalanan Anda. Disamping itu, settingannya pun cukup mudah dan sederhana, sebab pada umumnya kamera Point and Shoot dibuat serba otomatis. Pada settingannya Anda hanya akan mendapati untuk mengaktifkan fitur-fitur seperti GPS, face detection, smile detection dan sebagainya.

Jika Anda ingin membeli kamera Point and Shoot ini, Anda akan dibingungkan dengan banyaknya pilihan yang tersedia dipasaran. Namun pada dasarnya ada beberapa jenis kamera Point and Shoot yang mungkin ingin Anda pertimbangkan :

  • Kamera dengan Zoom tinggi. Kamera jenis ini memiliki zoom optik 10x atau lebih tinggi untuk memotret objek yang terlalu jauh dari Anda.
  • Kamera dengan desain ramping dan tipis. Kamera dengan jenis ini biasanya memiliki ketebalan kurang dari satu inchi sehingga akan mudah dimasukkan kedalam saku baju Anda.
  • Kamera Waterproof/tahan air. Jika Anda hobi berenang dan ingin memotret kegiatan Anda dalam air, kamera jenis inilah yang harus Anda miliki. Kedalaman maksimal yang ditawarkan masing-masing kamera juga beragam, mulai dari 1 sampai 10 meter bahkan lebih, silahkan sesuaikan dengan kebutuhan Anda.

2. Kamera DSLR

Ini adalah jenis kamera terbaik untuk kelas kamera digital. Dengan fitur yang terbilang sangat komplit, lensa yang bisa diganti dan peforma mesin digital yang canggih akan menghasilkan foto dengan kualitas jauh lebih tinggi dari kamera Point and Shoot.

DSLR atau Digital Single Lens Reflex memberikan nilai lebih bagi Anda yang hobi fotografi. Disebut "Single Lens Reflex" karena pada kamera jenis ini ada sebuah cermin yang akan memantulkan bayangan dari objek saat Anda mengintip dari jendela bidik. Saat tombol shutter dipencet, cermin ini akan naik keatas dan membiarkan cahaya masuk ke sensor kemudian sensor akan merekam semua cahaya yang masuk dan ditampilkan pada monitor kamera (Baca selengkapnya di : Bagaimana sebuah kamera bisa menghasilkan foto)

Apakah harus jadi fotografer profesional dulu untuk bisa menggunakan kamera DSLR? Jawabannya, bisa ya dan bisa juga tidak. Secara keseluruhan, ada 3 pilihan settingan yang bisa Anda gunakan yaitu Otomatis, Semi-Otomatis dan Manual. Settingan otomatis berarti semua settingan ditentukan oleh kamera, Anda tinggal bidik dan jepret. Flash kamera akan naik jika objek kurang mendapat cahaya. Semi-Otomatis berarti Anda "berkolaborasi" dengan kamera. Misalnya, Anda bisa mempercayakan pengaturan Shutter Speed atau Aperture pada kamera, sedangkan pengaturan lainnya dilakukan secara manual. Terakhir adalah Settingan manual yang berarti semua settingan Anda tentukan sendiri. Ini akan sangat mengasyikkan, sebab Andalah penentu hasil akhir foto Anda. Untuk menggunakan teknik ini, paling tidak Anda harus memahami dulu dasar fotografi dan bagaimana menggunakan kamera.

3. Kamera Mirrorless

Tidak seperti kamera DSLR, kamera mirrorless tidak memiliki cermin pantul seperti yang dijelaskan diatas, sehingga apa yang akan Anda potret akan langsung ditampilkan di layar monitor, dengan kata lain kamera ini tidak mempunyai view finder atau jendela bidik. Desain body kamera kecil layaknya kamera Point and Shoot namun mempunyai lensa yang dapat diganti seperti kamera DSLR.

Kamera ini memiliki fitur yang "hampir" menyaingi fitur-fitur yang ada pada kamera DSLR. Harganya pun lebih murah dibanding dengan harga DSLR. Namun sampai saat ini, kamera mirrorless belum mampu menggantikan posisi kamera DSLR dipasaran. Banyak fotografer beralasan, selain bobot kamera yang ringan dan tidak adanya view finder menyebabkan hasil pemotretan pada speed lambat sering kurang fokus.

Jadi mana yang lebih cocok untuk Anda? Jika hanya ingin sekedar memotret keseharian Anda dirumah atau diperjalanan, mungkin kamera Point and Shoot sudah cukup bisa memenuhi kebutuhan Anda. Harga yang relatif lebih murah, ukuran yang kecil dan ringan tentu akan dengan mudah dibawa kemanapun, praktis.

Kamera Mirrorless memberikan sensasi pemotretan yang berbeda. Ukuran body hampir sama dengan kamera Point and Shoot, namun lensa pada kamera mirrorless ini bisa Anda gonta-ganti sesuai dengan yang dibutuhkan sehingga hasilnya akan lebih baik dibanding dengan kamera saku (Point and Shoot). Walaupun masih tergolong ringan, Anda mungkin membutuhkan sebuah tas kecil jika membawa kamera jenis ini dalam bepergian.

Apabila Anda ingin lebih mendalami fotografi atau ingin menggeluti bisnis fotografi, maka kamera DSLR wajib Anda miliki. Kenapa? Karena kamera DSLR adalah jenis kamera terbaik untuk kelas kamera digital. Anda bisa menghasilkan foto-foto fantastis dengan kamera DSLR. Semua teknik fotografi akan lebih mudah dipahami jika Anda menggunakan kamera jenis ini. Satu hal lagi, Anda akan lebih keren dan terlihat profesional jika "menenteng" kamera DSLR ini dalam suatu acara atau ditempat keramaian. hee..

Semoga bermanfaat,.

5 Tips Mudah Menggunakan Photoshop Untuk Pemula


Dalam beberapa dekade, posisi Photoshop sebagai softwere digital imaging terbaik memang belum bisa tergantikan. Dengan Photoshop Anda bisa berkreasi, mulai dari mendesain web sampai membuat animasi. Photoshop bisa merealisasikan imajinasi Anda untuk mengubah tampilan sebuah foto, dari yang biasa menjadi luar biasa.

Untuk dapat menguasai Photoshop diperlukan waktu yang tidak sedikit, Anda harus mencobanya dengan banyak latihan, karena bagaimanapun juga Photoshop adalah seni digital.

Pada artikel ini, kita akan belajar beberapa keterampilan dasar Photoshop yang bisa Anda terapkan dalam melakukan proses editing dengan Photoshop. 5 tips Photoshop yang mudah untuk pemula ini bisa menjadi awal yang bagus bagi Anda untuk belajar menggunakan Photoshop

1. Mengenal Keyboard Shortcuts

Dengan Shortcuts keyboard akan membantu Anda mempercepat proses editing. Ada banyak Shortcuts yang bisa Anda gunakan seperti tombol B untuk brush tool,  tombol E untuk Eraser tool, spasi untuk hand tool dan lain-lain. Anda bisa mengetahuinya pada menu Edit - Keyboard Shortcuts.

cara menggunakan photoshop
Shortcuts Keyboard Photoshop

2. Memahami Menu Adjustments

Menu Adjustments berkaitan dengan pengaturan warna, meliputi pengaturan terang atau gelap gambar, black and white, saturasi warna dan semacamnya. Beberapa menu mungkin terlihat mempunyai fungsi yang sama, namun untuk hasil pada masing-masing menu akan berbeda (seperti antara menu Brightness/Contrast, Levels, curves dan Exposure atau antra menu Hue/saturation dan menu vibrance)

cara menggunakan photoshop
Adjustment Photoshop

3. Menambahkan ketajaman dan detail foto

Menambahkan ketajaman pada foto adalah teknik lain untuk pemula di Photoshop. Setiap detail pada foto akan di tonjolkan sehingga foto akan terlihat lebih tajam. Seperti teknik lainnya, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mempertajam sebuah foto. Namun disini saya akan menunjukkan teknik yang sangat sederhana. Setelah Anda memahami teknik ini, Anda dapat bereksperimen dengan teknik lainnya.

  • Langkah 1, Duplikat layer yang dipilih dengan menekan tombol Ctrl_J pada keyboard
  • Langkah 2, Ganti Blending Mode dari Normal menjadi Overlay. Langkah ini akan mengubah tampilan warna pada gambar Anda.
    cara menggunakan photoshop
    Blending Mode Photoshop

  • Langkah 3, Pilih Menu Filter - Other - Highpass
  • Langkah 4, Pada jendela Highpass, atur nilai radius yang pas dengan gambar Anda dan klik OK
Setelah melakukan keempat langkah diatas, Anda masih bisa mengatur atau menyesuaikan hasil yang diperoleh dengan mengubah angka opacity yang berada disebelah blending mode

4. Galery Filter Photoshop

Menu Filter pada Photoshop pada dasarnya adalah untuk memberikan efek otomatis pada gambar dengan beberapa klik. Ada berbagai filter di Photoshop yang dapat Anda pilih. Anda bisa memilih satu buah efek filter atau menggabung beberapa filter untuk diterapkan pada satu buah gambar. 

Untuk menggunakan filter galery ini silahkan masuk kemenu Filter - Filter Gallery. Setelah itu pilih salah satu efek yang disediakan. Lakukan pengaturan dengan menggeser slider yang berada di kanan atas jendela filter gallery

cara menggunakan photoshop
Filter Gallery

Sebelum Anda menerapkan filter gallery ini, pastikan dulu bahwa mode gambar Anda berada pada angka 8 bits/channel. Anda bisa mengetahuinya di menu Image - Mode - 8 bits/channel.

5. Memberikan Efek Vignette

Vignetting pada dasarnya adalah teknik untuk menggelapkan bagian tepi gambar sehingga objek gambar yang biasanya terletak ditengah akan lebih menonjol. Mata kita biasanya cendrung menuju kearah yang lebih terang pada saat pertama kali melihat sebuah gambar.

Ada banyak cara manual yang bisa dilakukan untuk memberikan efek vignette ini, namun yang paling gampang adalah dengan masuk kemenu Filter - Lens Correction. Kemudian di kanan atas klik Tab Custom. Disitu akan Anda temukan untuk menambahkan vignette pada gambar Anda, silahkan Anda geser slider Amount dan Midpoint sesuai yang dibutuhkan

cara menggunakan photoshop
Efek Vignette

Saya harap ke-5 Tips Photoshop Mudah Untuk Pemula ini dapat membantu Anda dalam memperbaiki dan menyempurnakan foto Anda. Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan isi kolom komentar dibawah

Memperbaiki Kesalahan dalam Menentukan White Balance Kamera Dengan Photoshop

Pada postingan sebelumnya, telah disebutkan bahwa pengaturan White Balance (WB) berpengaruh terhadap warna sebuah foto. Sehingga untuk mendapatkan warna foto yang natural haruslah dengan pengaturan WB yang pas.

Pengaturan White Balance tidak kalah penting dengan Metering Mode dan harus dilakukan sebelum pemotretan dimulai. Namun kenyataanya ada juga Fotografer yang justru tidak melakukan settingan White Balance ini yang mungkin disebabkan karena lupa, kejar momen atau bahkan memang tidak mengetahui tentang fitur white balance ini.

Untungnya, kesalahan dalam mengatur White Balance ini dapat dikoreksi dengan Photoshop. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk memperbaiki salah pengaturan WB ini dengan Photoshop. Salah satu atau kesemuanya bisa Anda terapkan untuk mendapatkan hasil akhir yang diinginkan

Memperbaiki salah WB dengan Photoshop
Memperbaiki salah pengaturan WB dengan Photoshop

  1. Auto Color

  2. Dengan Auto Color, Photoshop akan melakukan koreksi warna pada foto yang menurutnya paling benar. Anda bisa mendapatkan pengaturan ini pada menu Image → Auto Color. Jika cara ini tidak berhasil silahkan lanjutkan pada nomor 2
    Memperbaiki salah WB dengan Photoshop
    1. Auto Color

  3. Camera RAW - JPG

  4. Jendela atau pengaturan Camera RAW ini dapat Anda temukan dengan membuka menu File → Open As → Pilih Foto → pada bagian bawah ganti Open As dengan Camera RAW (*.TIF.*,*.CRW.*,*.NEF.*,...)
    Memperbaiki salah pengaturan WB dengan Photoshop
    2. Camera RAW/JPEG

    Cara menggunakannya, pertama aktifkan White Balance tool kemudian pilih warna putih pada foto. Lihat preview foto Anda, jika warna belum maksimal lakukan sedikit settingan dengan menggeser beberapa slider yang ada di samping kanan. Jika sudah, sambil menekan tombol ALT pada keyboard klik Open Image.

  5. Menggunakan Curves

  6. Caranya sama dengan Camera RAW diatas. Pertama aktifkan jendela Curves dengan menekan adjusment layer pada palette layer, kemudian pilih Curves. Pada jendela Curves yang terbuka klik salah satu dari tiga sample tool yang ada. Poin pertama untuk memilih warna hitam, poin kedua untuk warna grey atau abu-abu dan poin ketiga untuk memilih warna putih. Perhatikan gambar :
    Memperbaiki salah pengaturan WB dengan Photoshop
    3a. Adjusment Curves

    Memperbaiki salah pengaturan WB dengan Photoshop
    3b. Curves

  7. Manual Setting

  8. Dengan manual setting ini kita melakukan sendiri pengaturan warna pada foto. Tentu saja ini butuh ketelitian dan kejelian Anda dalam mengedit. Anda bisa menggunakan fitur Adjusment yang ada pada menu Image. Sebagai langkah awal bisa dengan menggunakan Color Balance untuk mengatur warna pada foto, kemudian Hue/Saturation untuk mengganti warna dan mengurangi saturasi dan seterusnya.
    Memperbaiki salah pengaturan WB dengan Photoshop
    4. Manual Setting

Oke, itulah beberapa cara yang bisa Anda gunakan untuk memperbaiki salah WB dengan Photoshop. Semoga bermanfaat,..