Showing posts with label Serba Serbi Fotografi. Show all posts
Showing posts with label Serba Serbi Fotografi. Show all posts

Tips dan Trik Memotret Prosesi Akad Nikah

Tips dan Trik Memotret Prosesi Akad Nikah
Sumber Foto :Pexel.com

Prosesi akad nikah biasanya diadakan sebelum resepsi pernikahan, bisa beberapa jam sebelum resepsi atau juga beberapa hari sebelumnya. Karena acara ini terbilang sakral dan hanya terjadi satu kali dalam hidup pengantin, maka sebagai seorang fotografer kita harus benar-benar sudah punya persiapan, jangan sampai kita kehilangan momen penting dalam acara tersebut.

Beberapa tips berikut mungkin bisa menjadi pertimbangan bagi anda dalam melakukan pemotretan pada prosesi akad nikah :

  • Datang lebih cepat dari jadwal yang direncanakan.
    Hal ini akan sangat bermanfaat, sebab dengan datang lebih awal kita bisa lebih mengenal lokasi, memasang perlengkapan, memotret lokasi prosesi dalam keadaan kosong dan sebagainya

  • Pencahayaan Ruangan.
    Pencahayaan dalam ruangan bisa ditambahkan dengan penggunaan flash, tergantung kondisi cahaya dalam ruangan. Teknik bounching adalah yang paling simple, namun jika bidang pemantul cahaya berwarna gelap atau terlalu tinggi, teknik ini tidak mungkin digunakan sebab cahaya yang dipantulkan tidak akan sempurna mengenai objek.

    Untuk mengatasinya ada baiknya anda menggunakan lampu payung atau softbox. Pada saat pemasangan, perkirakan dimana posisi calon pengantin nantinya kemudian pasang softbox anda pada tempat yang kira-kira kedua pengantin tersebut akan mendapat cahaya yang bagus, misalnya jika anda mempunyai 2 buah softbox dapat meletakkannya pada posisi diagonal objek (depan sebelah kiri, belakang sebelah kanan) dan waktu pemotretan nantinya dapat dengan fill in menggunakan flash eksternal untuk menutupi area yang gelap (bayangan)

  • Settingan Kamera.
    Setelah peralatan anda terpasang dengan sempurna, coba ambil beberapa kali jepretan kemudian lihat hasilnya, mainkan ISO, Shutter, Apperture, WB dan sebagainya untuk mendapatkan hasil yang bagus. Usahakan ISO yang digunakan tidak lebih dari 400 untuk menghindari noise dan Shutter Speed minimal pada angka 40 agar foto kelihatan freeze, atur ulang posisi softbox bila diperlukan. Matikan segala jenis suara dari kamera seperti bunyi beep dll dan juga lampu indikator pada kamera yang mungkin saja dapat mengganggu khidmadnya acara nantinya

  • Teknik Pemotretan.
    Selalu perhatikan komposisi foto, jangan lewatkan hal-hal kecil sekalipun. Jika kedua calon pengantin sudah tiba dilokasi, maka Andapun harus sudah benar-benar siap. Pada tahap awal, potretlah calon pengantin mulai dari mereka keluar dari mobil sampai mereka sudah duduk dalam ruangan prosesi pernikahan.

    Pada saat acara telah dimulai, mulailah dengan memotret seluruh isi ruangan untuk menggambarkan jumlah orang yang hadir pada saat prosesi pernikahan. Selanjutnya potret seluruh kegiatan prosesi akad nikah, ambil minimal 2 kali untuk tiap kegiatan sebagai backup jika seandainya foto pertama kurang memuaskan. Perhatikan juga mimik atau ekspresi kedua calon pengantin, keluarga, atau tamu yang hadir pada saat prosesi akad nikah khususnya pada saat ijab kabul.

    Selain itu, untuk lebih memperindah komposisi foto Anda, masukkan nilai-nilai seni yang mungkin terdapat pada ruangan seperti ukiran pada langit-langit dalam ruangan, jam dinding klasik dan sebagainya. Pada saat prosesi akad nikah ini biasanya para tamu khususnya saudara atau teman dari pengantin, yang juga menjadi fotografer dengan kamera handphone. Kadang hal ini akan mempengaruhi hasil foto anda, pengantin yang anda jadikan sebagai objek utama dalam foto akan jadi kurang menonjol oleh ramainya background yang ada dibelakang pengantin. Oleh sebab itu, arahkan mereka dengan sopan atau ubah sudut pengambilan foto anda.

  • Foto Kelompok/Foto Bersama (jika ada). Untuk sesi foto bersama yang harus anda utamakan terlebih dahulu adalah keluarga pengantin mulai dari kedua orang tua, saudara, hingga keluarga besar dari kedua pengantin. Untuk hal ini anda bisa menghubungi koordinator foto yang telah ditunjuk oleh pengantin sebelumnya. Ambil minimal 2 kali pemotretan sebagai backup untuk menghindari terjadinya kesalahan dalam foto seperti adanya salah satu objek yang belum siap, mata merem dan lain sebagainya.
Beberapa poin dibawah ini mungkin bisa Anda jadikan acuan tentang momen apa saja yang harus Anda foto pada suatu acara prosesi akad nikah. Biasanya, karena ini adalah acara formal maka daftarnya mungkin tidak akan jauh berbeda untuk tiap daerah :

PertamaSebelum Calon Pengantin Hadir : Gedung tempat prosesi (dalam dan luar ruangan), pintu masuk, dekorasi ruangan, tamu yang telah hadir

KeduaKetika Calon Pengantin Tiba ditempat Prosesi : Pengantin turun dari mobil (kalau ada), pengantin memasuki ruangan, ekspresi para tamu menyambut kedua pengantin

KetigaPada Saat Acara Dimulai : Foto seluruh ruangan ketika MC membacakan susunan acara, sungkeman, arahan dari penghulu, kata sambutan dari pihak keluarga, Ijab Kabul, Penyerahan mahar/maskawin, penandatanganan buku nikah, pemasangan cincin, kedua pengantin memperlihatkan cincin dan buku nikah, foto keluarga

Semoga bermanfaat

Memahami DATA EXIF Pada Kamera Digital

EXIF adalah singkatan dari Exchangeable Image File, yaitu informasi data yang diterima kamera digital untuk setiap foto yang dihasilkan. Data EXIF ini akan disimpan kamera ketika Anda memotret dengan format JPEG atau TIFF.

Data EXIF atau bisa disebut juga dengan metadata foto berisi informasi tentang waktu pengambilan, settingan eksposur yang dipakai, focal length, white balance dan informasi lainnya. Bahkan dibeberapa kamera Anda bisa melihat jumlah Shutter Count kamera. Jika kamera Anda sudah dilengkapi sistem GPS, data EXIF juga akan menampilkan lokasi dimana foto tersebut diambil.

Untuk bisa melihat informasi data EXIF ini, paling tidak dapat dilakukan dengan 3 cara :
  • Melihat Data EXIF langsung dari kamera. Caranya, pada kemera pilih foto yang ingin diketahui data EXIF nya kemudian tekan tombol info
  • Melihat Data EXIF dengan komputer. Pilih foto dari File Explorer, klik kanan kemudian pilih Properties. Pada Tab General Dapat Anda lihat informasi tentang format foto, size, tanggal dan sejenisnya. Untuk bisa melihat informasi foto secara lengkap dapat Anda lihat pada Tab Details
  • Melihat Data EXIF dengan Photoshop. Apabila Anda sudah membuka file foto dengan Photoshop, Anda bisa juga melihat langsung Data EXIF ini dengan membuka Menu File kemudian pilih File Info.


Kegunaan Data EXIF

Dengan melihat informasi dari Data EXIF ini, akan berguna ketika kita ingin mengevaluasi sebuah foto yang telah kita ambil. Sebagai contoh, ketika Anda melihat file foto lama yang tersimpan dikomputer, Anda berpikir foto ini akan lebih menarik jika memiliki kedalaman DoF yang lebih sempit. Untuk hal ini, Anda bisa melihat settingan Aperture ataupun Focal Length dari data EXIF ini yang kemudian dapat Anda tingkatkan untuk pemotretan berikutnya.

Informasi dari Data EXIF ini juga sangat dibutuhkan oleh para pakar telamatika untuk melihat keaslian sebuah foto. Semoga bermanfaat

Cara Melihat Kadaluarsa Kamera Digital


Anda tentu sering melihat dibeberapa bungkus produk, tulisan expired atau kadaluarsa yang memberikan informasi  kepada kita batasan waktu produk yang dijamin kualitasnya oleh produsen. Lalu apa hubungannya dengan kamera digital? Pada kamera digital, istilah kadaluarsa ini akan berlaku atau dihitung sejak Anda menggunakan kamera digital tersebut pertama kali.

Seperti yang telah kita bahas sebelumnya (silahkan baca/klik disini) bahwa disaat kita menekan tombol Shutter, komponen-komponen kecil dalam kamera akan bekerja sedemikian rupa dan akan menghasilkan sebuah foto. Komponen-komponen kecil ini tentu saja memiliki batas kerja maksimal yang jika melampaui batas, fungsi kerja dari kamera bisa saja akan terganggu atau rusak. Jadi istilah kadaluarsa yang dimaksud disini bukanlah rentan waktu maksimal dari kamera digital, akan tetapi lebih kepada sudah berapa kali tombol Shutter ditekan sejak kamera digital tersebut digunakan. Jumlah pemencetan tombol Shutter ini biasa juga disebut dengan Shutter Count.

Shutter Count adalah jumlah berapa kali tombol Shutter pada kamera Anda telah dipencet untuk menghasilkan sebuah foto. Dengan mengetahui Shutter Count kamera ini, kita bisa memprediksi sampai kapan kamera kita bisa bekerja dengan baik. Angka standar kamera yang baik adalah dengan Shutter Count 100 ribu, artinya kita bisa memencet tombol sampai 100 ribu kali untuk menghasilkan sebuah foto tanpa kamera mengalami kerusakan mekanis, bahkan untuk kamera kelas Pro ada yang bisa mencapai angka Shutter Count ini 200 ribu.

Jadi bagaimana cara menentukan, apakah kamera kita sudah kadaluarsa atau tidak? Ada beberapa pilihan, disini akan saya berikan yang paling populer dan mudah digunakan :
  • Cara pertama, silahkan buka website ini, kemudian klik Choose File dan pilih foto dari komputer/memory card Anda. Setelah itu klik Image from file dan tunggu loading. Scroll kebawah, disana akan Anda temukan deretan data EXIF foto Anda.
  • Cara kedua, download EOS Info (khusus Canon) atau Opanda.
Keuntungan lain dengan mengetahui Shutter count ini adalah saat kita membeli kamera bekas. Kita tahu bahwa membeli barang bekas adalah tindakan yang penuh resiko. Dengan mengetahui Shutter Count kamera ini paling tidak kita sudah meminamilisir resiko tersebut dan mematok harga kamera bekas dengan teliti

Ingin Beli Kamera Digital? Lihat Dulu Jenis Kamera Apa Yang Cocok Untuk Anda


Pada zaman milenia sekarang ini, Anda bisa menggunakan smartphone untuk melakukan berbagai pemotretan. Jadi, buat apa lagi membeli kamera digital? Pada artikel ini BarajaFoto akan bahas beberapa fitur berteknologi tinggi dan mode pemotretan yang ditawarkan oleh kamera digital, sehingga diharapkan mampu membantu Anda untuk memutuskan opsi mana yang akan dipilih, sesuai dengan kebutuhan Anda.

Jika Anda ingin melakukan selfie di suatu tempat atau ingin mengupload foto makanan di sosial media, Anda bisa mengandalkan kamera smartphone untuk melakukannya. Sebab itu adalah foto yang relatif statis, Anda hanya perlu arahkan smartphone ke objek dan jepret, hasilnya mungkin bisa bagus menurut pandangan Anda. Coba gunakan kamera smatphone Anda untuk memotret satu objek pada pertandingan sepak bola atau memotret idola Anda pada sebuah pertunjukan musik, maka keterbatasan kamera smartphone akan terlihat. Orang yag bergerak, objek yang terlalu jauh dan kondisi pencahayaan beragam akan mempengaruhi hasil kerja sebuah kamera.

Kamera digital menawarkan kualitas gambar lebih bagus, respon yang cepat dan pengontrolan kamera yang baik. Secara garis besar, ada 3 jenis kamera digital yang beredar dipasaran saat ini :

1. Kamera Point and Shoot

Kamera all-in-one yang nyaman dan kompak ini bisa diandalkan untuk mengabadikan foto kegiatan keseharian Anda. Dengan desain yang ringan dan bisa dikantongin (biasa juga disebut dengan kamera saku) tentu sangat mudah dibawa dalam perjalanan Anda. Disamping itu, settingannya pun cukup mudah dan sederhana, sebab pada umumnya kamera Point and Shoot dibuat serba otomatis. Pada settingannya Anda hanya akan mendapati untuk mengaktifkan fitur-fitur seperti GPS, face detection, smile detection dan sebagainya.

Jika Anda ingin membeli kamera Point and Shoot ini, Anda akan dibingungkan dengan banyaknya pilihan yang tersedia dipasaran. Namun pada dasarnya ada beberapa jenis kamera Point and Shoot yang mungkin ingin Anda pertimbangkan :

  • Kamera dengan Zoom tinggi. Kamera jenis ini memiliki zoom optik 10x atau lebih tinggi untuk memotret objek yang terlalu jauh dari Anda.
  • Kamera dengan desain ramping dan tipis. Kamera dengan jenis ini biasanya memiliki ketebalan kurang dari satu inchi sehingga akan mudah dimasukkan kedalam saku baju Anda.
  • Kamera Waterproof/tahan air. Jika Anda hobi berenang dan ingin memotret kegiatan Anda dalam air, kamera jenis inilah yang harus Anda miliki. Kedalaman maksimal yang ditawarkan masing-masing kamera juga beragam, mulai dari 1 sampai 10 meter bahkan lebih, silahkan sesuaikan dengan kebutuhan Anda.

2. Kamera DSLR

Ini adalah jenis kamera terbaik untuk kelas kamera digital. Dengan fitur yang terbilang sangat komplit, lensa yang bisa diganti dan peforma mesin digital yang canggih akan menghasilkan foto dengan kualitas jauh lebih tinggi dari kamera Point and Shoot.

DSLR atau Digital Single Lens Reflex memberikan nilai lebih bagi Anda yang hobi fotografi. Disebut "Single Lens Reflex" karena pada kamera jenis ini ada sebuah cermin yang akan memantulkan bayangan dari objek saat Anda mengintip dari jendela bidik. Saat tombol shutter dipencet, cermin ini akan naik keatas dan membiarkan cahaya masuk ke sensor kemudian sensor akan merekam semua cahaya yang masuk dan ditampilkan pada monitor kamera (Baca selengkapnya di : Bagaimana sebuah kamera bisa menghasilkan foto)

Apakah harus jadi fotografer profesional dulu untuk bisa menggunakan kamera DSLR? Jawabannya, bisa ya dan bisa juga tidak. Secara keseluruhan, ada 3 pilihan settingan yang bisa Anda gunakan yaitu Otomatis, Semi-Otomatis dan Manual. Settingan otomatis berarti semua settingan ditentukan oleh kamera, Anda tinggal bidik dan jepret. Flash kamera akan naik jika objek kurang mendapat cahaya. Semi-Otomatis berarti Anda "berkolaborasi" dengan kamera. Misalnya, Anda bisa mempercayakan pengaturan Shutter Speed atau Aperture pada kamera, sedangkan pengaturan lainnya dilakukan secara manual. Terakhir adalah Settingan manual yang berarti semua settingan Anda tentukan sendiri. Ini akan sangat mengasyikkan, sebab Andalah penentu hasil akhir foto Anda. Untuk menggunakan teknik ini, paling tidak Anda harus memahami dulu dasar fotografi dan bagaimana menggunakan kamera.

3. Kamera Mirrorless

Tidak seperti kamera DSLR, kamera mirrorless tidak memiliki cermin pantul seperti yang dijelaskan diatas, sehingga apa yang akan Anda potret akan langsung ditampilkan di layar monitor, dengan kata lain kamera ini tidak mempunyai view finder atau jendela bidik. Desain body kamera kecil layaknya kamera Point and Shoot namun mempunyai lensa yang dapat diganti seperti kamera DSLR.

Kamera ini memiliki fitur yang "hampir" menyaingi fitur-fitur yang ada pada kamera DSLR. Harganya pun lebih murah dibanding dengan harga DSLR. Namun sampai saat ini, kamera mirrorless belum mampu menggantikan posisi kamera DSLR dipasaran. Banyak fotografer beralasan, selain bobot kamera yang ringan dan tidak adanya view finder menyebabkan hasil pemotretan pada speed lambat sering kurang fokus.

Jadi mana yang lebih cocok untuk Anda? Jika hanya ingin sekedar memotret keseharian Anda dirumah atau diperjalanan, mungkin kamera Point and Shoot sudah cukup bisa memenuhi kebutuhan Anda. Harga yang relatif lebih murah, ukuran yang kecil dan ringan tentu akan dengan mudah dibawa kemanapun, praktis.

Kamera Mirrorless memberikan sensasi pemotretan yang berbeda. Ukuran body hampir sama dengan kamera Point and Shoot, namun lensa pada kamera mirrorless ini bisa Anda gonta-ganti sesuai dengan yang dibutuhkan sehingga hasilnya akan lebih baik dibanding dengan kamera saku (Point and Shoot). Walaupun masih tergolong ringan, Anda mungkin membutuhkan sebuah tas kecil jika membawa kamera jenis ini dalam bepergian.

Apabila Anda ingin lebih mendalami fotografi atau ingin menggeluti bisnis fotografi, maka kamera DSLR wajib Anda miliki. Kenapa? Karena kamera DSLR adalah jenis kamera terbaik untuk kelas kamera digital. Anda bisa menghasilkan foto-foto fantastis dengan kamera DSLR. Semua teknik fotografi akan lebih mudah dipahami jika Anda menggunakan kamera jenis ini. Satu hal lagi, Anda akan lebih keren dan terlihat profesional jika "menenteng" kamera DSLR ini dalam suatu acara atau ditempat keramaian. hee..

Semoga bermanfaat,.

JENIS-JENIS FOTOGRAFI YANG BISA MENDATANGKAN UANG

Secara umum, fotografer adalah seseorang yang bekerja memberikan jasa fotografi, bisasanya melalui tahapan proses : menawarkan jasa, bertemu klien, mengambil foto, mencetak dan memberikan hasil foto kepada klien kemudian mendapatkan uang dari jasa tesebut. Akan tetapi sekarang ruang lingkup pekerjaan fotografer bukan hanya itu saja.

Dibawah ini kita akan lihat apa saja peluang bisnis yang bisa mendatangkan uang tambahan bagi seorang fotografer :

Foto Komersial

Fotografi komersial adalah jenis fotografi yang paling banyak digeluti fotografer saat ini. Pada jenis ini Anda sebagai fotografer akan dibayar sesuai dengan jasa fotografi yang telah Anda lakukan. Tentu saja sebelumnya sudah ada perjanjian tentang harga yang Anda tawarkan dengan klien. Beberapa contoh fotografi komersial ini adalah : foto pernikahan, foto produk, pas foto dan sebagainya

Bisnis Pengeditan Foto

Pekerjaan ini tergolong cukup menjanjikan. Kenapa? Anda pasti tahu bahwa saat ini sudah banyak orang yang mempunyai kamera digital ataupun kamera HP, namun hanya sedikit diantara mereka yang bisa melakukan pengeditan foto. Pada bisnis ini akan dibayar puluhan bahkan ratusan ribu rupiah untuk mengedit satu buah foto, tergantung tingkat kesulitannya

Studio Cetak Foto

Untuk bisnis yang satu ini memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Bagaimana tidak, untuk membeli satu buah mesin cetak profesional saja harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah. Namun melihat keuntungan yang akan Anda peroleh nantinya, hal itu tentu akan cepat tertutupi, apalagi jika bisnis ini digabung dengan bisnis fotografi lainnya

Stock Foto

Anda suka memotret iseng? Apapun Anda potret, sehingga Anda mempunyai ratusan bahkan ribuan foto? Anda tahu bahwa foto-foto tersebut bisa Anda jual? Banyak website yang mau menampung dan menjual foto-foto itu untuk Anda seperti iStockfoto, Dreamstime, Shutterstock, 123RF dan masih banya lagi. Foto-foto dari situs tersebut biasanya dibutuhkan oleh para desainer untuk keperluan iklan, brosur, newsletter dan semacamnya. Tentu saja Anda akan mendapatkan bonus yang telah ditetapkan oleh masing-masing website setiap kali ada yang mendownload foto Anda. Namun untuk mengguluti bisnis ini, Anda harus melepas hak cipta terhadap foto Anda, sebab aturan mainnya setiap orang bebas untuk menggunakan foto yang telah Anda upload.


Nah, dengan melihat beberapa peluang bisnis fotografi diatas, bisnis mana yang akan atau sedang Anda jalani saat ini. Dengan memilih hanya satu dari empat pilihan diatas, tentu akan membuat kita bisa lebih fokus dalam mengembangkan bisnis fotografi ini. Namun tahukah Anda, jika Anda mempunyai jiwa wirausaha, Anda bisa menjalankan semua bisnis fotografi diatas sekaligus.

Seorang fotografer yang berjiwa wirausaha, tentu akan terus berusaha untuk mengembangkan bisnis fotografinya. Namun akan lebih menonjolkan pencitraan (branding) dan pemasaran (marketing), sedangkan untuk pekerjaan fotografi itu sendiri akan ditangani oleh fotografer lain (karyawan atau freelance). Bisnis fotografi seperti ini jika dikelola dengan baik, akan lebih banyak meraup keuntungan dibandingkan dengan yang hanya mengandalkan satu bisnis fotografi saja.

Menumbuhkan Jiwa Bisnis Fotografi

Ketika kita sudah memutuskan untuk terjun kedunia usaha dan sudah memilih bidang usaha yang akan dijalankan, terkadang dalam pikiran kita masih ada yang ragu dengan kemampuan yang kita miliki, "Apakah bisnis ini memang bisa menguntungkan?", "Apakah saya bisa menjalankan bisnis ini?". Mungkin pertanyyan semacam ini pernah singgah dikepala Anda ketika Anda memutuskan untuk "berganti aliran" ke bisnis fotografi ini.

Namun perlu Anda ketahui, bahwa pada dasarnya setiap diri seseorang itu memiliki peluang yang sama untuk bisa menjadi seorang pelaku usaha. Namun sangat disayangkan tidak banyak orang yang berani untuk mengasah minat dan bakat mereka,sehingga sangat wajar bila sebagian orang telah berhasil dengan bisnis mereka dan sebagian lagi hanya menjadi penonton karena tidak mempunyai keberanian untuk menjalankan usaha, mereka hanya punya rencana dan angan untuk menjadi pelaku bisnis. Ya, rencana dan angan tanpa keberanian untuk memulai. Kalah sebelum bertanding, tentunya Anda tidak mau seperti itu bukan?



Menumbuhkan jiwa bisnis fotografi ada kaitannya dengan cara berpikir atau memiliki mindset bisnis. Cara berpikir bagaimana cara mengolah kemampuan dan modal yang Anda miliki agar bisa berkembang pesat.

Apa yang dimaksud dengan memiliki mindset bisnis?

  1. Memiliki Mindset Bisnis berarti Anda paham bahwa tujuan bisnis adalah untuk menghasilkan uang. Sekalipun awalnya bermula dari hobi memotret, namun dengan memiliki mindset bisnis Anda akan berpikir bagaimana foto-foto yang telah atau akan Anda hasilkan bisa mendatangkan uang tambahan kekantong Anda. Silahkan Klik : Jenis fotografi yang bisa mendatangkan uang
  2. Memliki Mindset Bisnis berarti Anda tahu bagaimana memajukan bisnis fotografi Anda. Singkatnya Anda mempunyai strategi yang kemudian Anda terapkan dalam bisnis fotografi Anda. Strategi bisnis dibangun dari visi bisnis fotografi Anda dan pengamatan terhadap situasi pasar
  3. Memiliki Mindset Bisnis berarti terbuka dengan penghasilan dari banyak sumber. Jangan hanya fokus pada satu jenis bisnis fotografi, "Dalam satu keranjang, jangan letakkan semua telur Anda disana" begitu kira-kira prinsip dasarnya.
  4. Punya Mindset Bisnis berarti Anda harus selalu terhubung dengan bisnis fotografi Anda. Penghubungnya adalah keuntungan atau profit bisnis. Profit dihasilkan kalau Anda mengetahui berapa hasil uang yang didapat, berapa biaya produksi (gaji karyawan, biaya listrik, biaya cetak foto dan sebagainya)
Jika Anda sudah memilki keempat poin diatas, boleh dibilang bahwa Anda sudah siap untuk terjun dalam bisnis fotografi ini. Seorang pelaku bisnis harus punya keyakinan, cita-cita untuk menjadi besar diawali dengan langkah-langkah kecil.

Silahkan klik Menu Teknik Fotografi diatas untuk mengetahui cara pemotretan dan penguasaan kamera.

Bagaimana Cara Memulai Bisnis Fotografi

Tak dapat dipungkiri, fotografi banyak mengalami perubahan yang cukup signifikan mulai dari era kamera film (analog) sampai pada era kamera digital (DSLR). Pada saat sekarang, karena banyaknya kemudahan yang diberikan oleh kamera digital ini, menjadikan kamera seolah-olah sebagai suatu kebutuhan pokok bagi sebagaian orang. Namun dari segi lain, hal ini juga membuka peluang untuk menjadikan fotografi sebagai bisnis atau sumber pendapatan baru.

Jadi jangan heran, karena fakta diatas mungkin sekarang banyak Anda temui fotografer-fotografer dadakan yang hanya bermodalkan sebuah kamera DSLR sudah berani menawarkan jasa foto layaknya seorang fotografer profesional. Dan jangan heran juga, diantara fotografer dadakan tersebut banyak yang gulung tikar karena minimnya pengetahuan mereka tentang bisnis fotografi ini.

Sebelum memulai bisnis fotografi kita harus paham bahwa fotografi adalah seni, seni membutuhkan kreatifitas, gagasan/ide dan juga imijinasi untuk menghasilkan sebuah karya yang indah. Makna dari kata indah tersebut tentu bukan hanya bisa dinilai oleh pelaku seni (Fotografer), namun juga harus bisa dinikmati orang lain.

Selain harus memiliki "Sience of Art" seperti diatas, hal lain yang dibutuhkan dalam fotografi adalah teknik. Penguasaan teknik pemotretan untuk segala kondisi, bagaimana memanfaatkan peralatan fotografi harus dimiliki oleh seorang fotografer. Jadi, antara seni dan teknik dalam fotografi adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan. Seni adalah anugrah Tuhan yang sudah ada sejak manusia dilahirkan, sedangkan teknik membutuhkan keuletan dan ketekunan untuk memporelehnya.



Untuk memulai bisnis fotografi, selain berinvestasi pada pengetahuan tentu saja kita juga harus berinvestasi pada alat, yang utama tentu saja kamera. Namun sebagaimana yang telah disebutkan diatas, foto yang bagus itu harus bisa dinikmati semua orang. Dengan hasil karya yang bermutu nama bisnis fotografi Anda akan cepat dikenal orang. Sehingga mau tidak mau perlengkapan penunjang lainnya seperti flash eksternal, softbox dan semacamnya juga harus dimiliki.

Tidak adanya modal awal tidak bisa dijadikan alasan untuk memulai suatu bisnis. Yang terpenting disini adalah keinginan dan keteguhan hati yang kuat untuk terjun kedalam dunia usaha. Jika memang modal Anda sekarang kurang memadai untuk memulai bisnis fotografi ini, bukannya Anda punya keluarga atau teman? hubungi mereka. Atau bisa juga dengan mendatangi tempat rental peralatan fotografi di kota Anda. Asalkan ada niat  dan bersungguh-sungguh, Tuhan pasti memberikan jalan.

Tapi Anda harus ingat, seperti yag telah disebutkan diatas bahwa Anda harus punya jiwa seni dan teknik untuk menjalankan bisnis fotografi ini. Sekarang mari kita lihat, beberapa hal yang perlu Anda persiapkan atau rencanakan sebelum memulai bisnis fotografi :

1. Referensi

Sebelum memulai bisnis fotografi, ada baiknya Anda mengetahui atau belajar dari bisnis fotografi yang sudah ada dilingkungan Anda. Belajarlah dari mereka. Perhatikan dimana letak kelebihan dan kekurangan mereka. Dengan begitu Anda akan memiliki pedoman tentang apa yang harus Anda lakukan nantinya untuk memajukan bisnis fotografi Anda

2. Keterampilan

Hal ini mengacu pada kreatifitas dan inisiatif Anda dalam mengembangkan bisnis fotografi. Terampil disini dapat kita bagi menjadi dua bagian. Pertama, terampil dengan alat dan perlengkapan fotografi. Untuk mewujudkannya dapat dengan membaca buku manual, mengikuti seminar fotografi, bergabung dengan komonitas dan lain sebagainya. Kedua, terampil dalam menjalankan bisnis fotografi. Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap besarnya penghasilan yang akan Anda peroleh nantinya. Dengan mengacu pada nomor 1 diatas, rencanakan apa yang harus dilakukan agar bisnis fotografi kita bisa bersaing dengan bisnis fotografi yang sudah ada. Jadikan kelemahan mereka sebagai nilai plus untuk bagi Anda untuk menarik hati konsumen. Tidak tertutup juga kemungkinan jika Anda bisa menciptakan sesuatu yang baru dalam bisnis fotografi Anda

3. Kewaspadaan

Ini berhubungan dengan sikap mental Anda dalam menghadapi resiko-resiko yang akan timbul nantinya. Ada ungkapan mengatakan, "Everithing won't go as smooth as planed". Semua tidak akan berjalan seperti yang telah direncanakan. Itulah resiko. Prediksilah masalah apa saja yang mungkin akan timbul setelah bisnis fotografi Anda berjalan dan tentukan juga langkah-langkah untuk menanggulanginya. Seperti, bagaimana menanggulangi penghasilan yang mungkin kurang mencukupi diawal Anda memulai bisnis ini, bagaimana mengahadapi persaingan yang kurang sehat dari lawan bisnis Anda sampai pada bagaimana mengatasi kebosanan yang pasti akan timbul disaat Anda menjalankan bisnis fotografi ini

4. Pemasaran

Pemasaran adalah bagaimana Anda mengenalkan bisnis fotografi Anda pada khalayak ramai. Dengan pemasaran yang jitu maka bisnis Anda akan cepat berkembang. Contoh pemasaran yang bisa Anda lakukan adalah dengan membuat promosi (iklan, selebaran, sosial media dan semacamnya), menjalin kerjasama dengan pihak lain (Wedding Organizer, pihak sekolah atau kantor untuk pembuatan pas foto dan lain sebagainya), membuat kartu nama dan banyak lagi. Sistem pemasaran haruslah juga dilandasi dengan kualitas fotografi yang memuaskan. Dengan memberikan karya foto terbaik kepada konsumen, secara otomatis Anda sudah membuat promosi handal dalam bisnis fotografi Anda, sebab sampai saat ini promosi dari mulut kemulut masih menjadi poin penting  dalam strategi pemasaran

5. Biaya dan Harga

Terlepas dari modal awal, hitunglah berapa biaya bulanan yang harus Anda keluarkan. Biaya ini mencakup biaya cetak, biaya sewa (jika ada), biaya listrik, beli album, bingkai foto dan sejenisnya. Setelah itu ketahui juga berapa harga jual foto yang berlaku didaerah Anda, seperti biaya pas foto berapa, paket wedding dan lainnya. Dengan begitu Anda akan mempunyai target penghasilan minimal yang harus Anda capai tiap bulannya

Rincian diatas mungkin hanyalah beberapa poin kecil yang harus Anda persiapkan untuk memulai bisnis fotografi. Anda bisa menambahkan beberapa poin lagi untuk memantapkan bisnis fotografi Anda nantinya.

Oke, sekarang kita sudah mengetahui apa-apa yang harus dipersiapkan sebelum memulai bisnis fotografi. Namun sebelum kita bicara tentang teknik fotografi, mungkin ada baiknya kita lihat dulu bagaimana membangun jiwa usaha dalam bisnis fotografi. Untuk itu silahkan Anda klik tautan dibawah ini :

Menumbuhkan jiwa bisnis dalam Fotografi

Atau mungkin Anda juga berminat :
Jenis-jenis Fotografi yang bisa mendatangkan uang

Kenapa Tarif Fotografer Itu Mahal


Anda pasti pernah menyewa jasa seorang fotografer, atau paling tidak Anda pernah melihat brosur harga foto yang ditawarkan seorang fotografer untuk mendokumentasikan sebuah acara/event. Harganya sangat fantastis, bisa ratusan ribu, jutaan bahkan bisa sampai puluhan juta rupiah untuk satu kali event, tergantung paket yang ditawarkan.

Mungkin masalah harga bisa "dinomor-duakan" bagi Anda yang bisa menghargai sebuah karya seni. Namun untuk sebagian orang ada juga yang mempertanyakan,"Kenapa tarif fotografernya mahal amat? Padahal kemaren saya cetak foto ukuran segini cuman beberapa ribu rupiah saja, ini kok harganya bisa 20x lipat"  Hmmm...

Jika kita hanya melihat dari kisaran harga cetak foto, kita pasti juga akan beranggapan seperti pernyataan diatas. Namun dibalik itu semua, tentu sang fotografer mempunyai alasan tersendiri kenapa jasa fotografi mereka memang layak untuk dihargai.

Dibawah ini, saya akan ungkapkan 3 poin dasar kenapa harga fotografer itu tidak  murah. Jika Anda punya pernyataan lainnya untuk ditambahkan, silahkan isi sendiri pada kolom komentar.

1. Alat dan Perlengkapan Fotografi

Coba perhatikan apa saja peralatan yang dipakai seorang fotografer dalam mendokumentasikan sebuah acara. Yang jadi sorotan pertama tentu saja apa yang ada ditangan sang fotografer, kamera plus lensa kemudian ada flash yang bertengger diatas body kamera. Setelah itu, perlengkapan lainnya adalah soft box, triger, tripod, reflektor dan lain sebagainya. Belum lagi komputer, printer, sewa tempat untuk studio dan lain sebagainya.

Kesemua itu tentu  mempunyai umur atau batas waktu dalam pemakaiannya. Sebut saja kamera, pada kamera DSLR ada yang disebut dengan Shutter Count atau jumlah berapa kali kamera telah melakukan pemotretan. Shutter Count tiap kamera memiliki batas maksimal, jika melebihi batasan ini maka kamera tidak akan bisa beroperasi. Untuk biaya perbaikannya bisa mencapai setengah dari harga kamera itu sendiri.

2. Seni dan Kreatifitas

Setiap fotografer dituntut untuk memiliki jiwa seni dan kreatifitas yang tinggi untuk menghasilkan sebuah foto. Settingan kamera, sudut pengambilan, peralatan yang dibutuhkan sampai pada warna cahayapun mereka kuasai. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang rela menghabiskan uang jutaan rupiah untuk membeli buku dan mengikuti sekolah fotografi agar bisa menghasilkan foto yang lebih maksimal.

3. Waktu dan Tenaga

Jika Anda menyewa jasa fotografer untuk meliput momen penting Anda, maka biasanya fotografer akan datang lebih awal dari waktu yang telah dijanjikan. Kemudian mempelajari kondisi tempat pemotretan, memasang alat, melakukan settingan kamera dan mengambil beberapa jepretan untuk melihat bagaimana hasil foto nantinya. Atau pernahkah Anda tahu, ketika Anda menyewa jasa fotografer untuk melakukan foto prewedding disuatu tempat, maka satu atau dua hari sebelum jadwal yang dijanjikan sang fotografer sudah mengunjungi tempat tersebut. Kenapa? tentu saja agar bisa menghasilkan foto terbaik yang akan diperlihatkan pada klien mereka.

Setelah pemotretan dilakukan, fotografer masih harus duduk didepan komputer untuk melakukan pengeditan, kemudian setelah selesai pergi ke labor untuk melakukan pencetakan. Mungkin bisa dibilang kalau jam standar bekerja yang ditetapkan pemerintah tidak berlaku bagi fotografer :)

Nah, sekarang masuk akalkan? kenapa tarif fotografer itu mahal? Mulai sekarang mari kita coba hargai fotografer lebih baik lagi. Fotografi tidaklah semudah dan semurah yang kita pikirkan dan fotografer adalah orang yang akan mengabadikan momen penting Anda seumur hidup. Satu kalimat pujian dari Anda tentang hasil kerja mereka akan membuat hati mereka berbunga dan hidung mereka mengembang. Coba aja... hehe