Cara Edit Pas foto, Retouch wajah, kolase di Photoshop hanya dengan SATU KALI KLIK

Kenapa Tarif Fotografer Itu Mahal



Anda pasti pernah menyewa jasa seorang fotografer, atau paling tidak Anda pernah melihat brosur harga foto yang ditawarkan seorang fotografer untuk mendokumentasikan sebuah acara/event. Harganya sangat fantastis, bisa ratusan ribu, jutaan bahkan bisa sampai puluhan juta rupiah untuk satu kali event, tergantung paket yang ditawarkan.

Mungkin masalah harga bisa "dinomor-duakan" bagi Anda yang bisa menghargai sebuah karya seni. Namun untuk sebagian orang ada juga yang mempertanyakan,"Kenapa tarif fotografernya mahal amat? Padahal kemaren saya cetak foto ukuran segini cuman beberapa ribu rupiah saja, ini kok harganya bisa 20x lipat"  Hmmm...

Jika kita hanya melihat dari kisaran harga cetak foto, kita pasti juga akan beranggapan seperti pernyataan diatas. Namun dibalik itu semua, tentu sang fotografer mempunyai alasan tersendiri kenapa jasa fotografi mereka memang layak untuk dihargai.

Dibawah ini, saya akan ungkapkan 3 poin dasar kenapa harga fotografer itu tidak  murah. Jika Anda punya pernyataan lainnya untuk ditambahkan, silahkan isi sendiri pada kolom komentar.

1. Alat dan Perlengkapan Fotografi

Coba perhatikan apa saja peralatan yang dipakai seorang fotografer dalam mendokumentasikan sebuah acara. Yang jadi sorotan pertama tentu saja apa yang ada ditangan sang fotografer, kamera plus lensa kemudian ada flash yang bertengger diatas body kamera. Setelah itu, perlengkapan lainnya adalah soft box, triger, tripod, reflektor dan lain sebagainya. Belum lagi komputer, printer, sewa tempat untuk studio dan lain sebagainya.

Kesemua itu tentu  mempunyai umur atau batas waktu dalam pemakaiannya. Sebut saja kamera, pada kamera DSLR ada yang disebut dengan Shutter Count atau jumlah berapa kali kamera telah melakukan pemotretan. Shutter Count tiap kamera memiliki batas maksimal, jika melebihi batasan ini maka kamera tidak akan bisa beroperasi. Untuk biaya perbaikannya bisa mencapai setengah dari harga kamera itu sendiri.

2. Seni dan Kreatifitas

Setiap fotografer dituntut untuk memiliki jiwa seni dan kreatifitas yang tinggi untuk menghasilkan sebuah foto. Settingan kamera, sudut pengambilan, peralatan yang dibutuhkan sampai pada warna cahayapun mereka kuasai. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang rela menghabiskan uang jutaan rupiah untuk membeli buku dan mengikuti sekolah fotografi agar bisa menghasilkan foto yang lebih maksimal.

3. Waktu dan Tenaga

Jika Anda menyewa jasa fotografer untuk meliput momen penting Anda, maka biasanya fotografer akan datang lebih awal dari waktu yang telah dijanjikan. Kemudian mempelajari kondisi tempat pemotretan, memasang alat, melakukan settingan kamera dan mengambil beberapa jepretan untuk melihat bagaimana hasil foto nantinya. Atau pernahkah Anda tahu, ketika Anda menyewa jasa fotografer untuk melakukan foto prewedding disuatu tempat, maka satu atau dua hari sebelum jadwal yang dijanjikan sang fotografer sudah mengunjungi tempat tersebut. Kenapa? tentu saja agar bisa menghasilkan foto terbaik yang akan diperlihatkan pada klien mereka.

Setelah pemotretan dilakukan, fotografer masih harus duduk didepan komputer untuk melakukan pengeditan, kemudian setelah selesai pergi ke labor untuk melakukan pencetakan. Mungkin bisa dibilang kalau jam standar bekerja yang ditetapkan pemerintah tidak berlaku bagi fotografer :)

Nah, sekarang masuk akalkan? kenapa tarif fotografer itu mahal? Mulai sekarang mari kita coba hargai fotografer lebih baik lagi. Fotografi tidaklah semudah dan semurah yang kita pikirkan dan fotografer adalah orang yang akan mengabadikan momen penting Anda seumur hidup. Satu kalimat pujian dari Anda tentang hasil kerja mereka akan membuat hati mereka berbunga dan hidung mereka mengembang. Coba aja... hehe

Nb. Bagi Anda Fotografer murahan(yang bersaing dengan harga murah), saya cuma mau mendo'akan semoga Anda cepat sadar karena sudah menjatuhkan harga nama seorang Fotografer. 

2 comments:

  1. Semoga fotografer yang menjual jasa dengan harga murah segera sadar dan taubat nasuha.

    ReplyDelete